haha..
gw lg gemes pingin ikut membahas dan memberi sedikit pemikiran tentang perihal pancing-memancing ini..
dewasa ini (halah..)..akir2 ini,, kedua temen gw yg jg doyan menulis blog lg gencar membahas ttg dunia pancing memancing ikan, which is just another term for pancing memancing lawan jenis,,hehe
here’s some of their thought
Jika kamu memancing ikan…
var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.
var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Janganlah sesekali kamu melepaskannya kembali ke dalam air begitu saja.
var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan
var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
menderita selagi ia masih hidup.
var curDiv = document.getElementById(’ln4′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang.
var curDiv = document.getElementById(’ln5′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya.
var curDiv = document.getElementById(’ln6′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja.
var curDiv = document.getElementById(’ln7′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu
var curDiv = document.getElementById(’ln8′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
Dan mungkin tidak akan dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu.
peno’s quote:
Kalo gw mancing ikan..dan ada yang nyangkut tuh di kail gw…
kan klo dilepas kasian ikannya kesakitan kan…
klo gw makan, ntar gw nya kekenyangan dan bosen ama ikannya..ga mau ikan lagi ntar lama2 gw nya…(bahaya)
maka
knapa ga gw ambil aja tuh ikan..trus gw pliara dan gw rawat sampe dia
sembuh..abis itu baru gw lepasin lagi (bisa karna tuh ikan lebih milih
dikolam..bisa karna tuh ikan bakal lebih bahagia dikolam..ato karna gw
dah ga bisa ngerawat tuh ikan lagi saking byknya..ato malah karna ada
ikan laen yg lebih menyita perhatian gw
niesha’s quote:
klo si ikan, mungkin kenyataannya, lah wong si pemancingnya itu
Cuma hobi mancing ko,, dia ga suka makan ikan.. lah klo udah kaya gini
gmn?? Ya hadapi aja kenyataan itu..
hehehe
adakah yg tidak mengerti?
yah pokonya perihal pemancing dan ikan ini adalah sebuah perumpamaan yang menurut gw ngena bgt..
semua orang bisa kok berada di kedua posisi, baik jd pemancing maupun ikannya..
iya memang, ketika kita memancing ikan dengan sebuah mata kail, apalagi jika mata kail itu sangat tajam, maka dengan mudah ikan itu akan kita peroleh..
jika kemudian kita melepaskannya begitu saja..rasa sakit akibat mata kail itu pasti masih ada..selanjutnya either si ikan bs survive ataw dy mati,,ya itu tergantung nasib..
jika kemudian
kita memutuskan untuk memeliharanya sebelum memakannya atau jika kt
memutuskan hanya untuk memeliharanya saja sambil menyembuhkan lukanya,
si ikan mungkin akan merasa bahagia, krn dapet perhatian dan makanan dr
kita..bukan hal yg ga mungkin kalo si ikan jd bergantung sama kita.
but what if, something suddenly happen?
gimana kalo tiba2 kt bosen atw merasa ga cocok..
dalam hal ini, ga cuma si pemancing yg bs merasa seperti itu, pihak ikan juga bs merasa seperti itu.
jika si pemancing pintar, ia akan melepaskan ikan itu..it might hurts at first, tp lo pilih mana wahai ikan? mw dilepaskan begitu saja dgn rasa sakit itu, atw lo tetep bersama si pemancing tanpa lo dpt perhatian dan makanan lg dr dia..dan kemudian lo akan mati..perlahan..
justru dgn melepaskan ikan itu, si pemancing sudah berbuat suatu kebaikan yang ikan itu tidak sadari..
sama halnya dgn ikan..kalo dy bosan dipelihara si pemancig, jika ikan itu pintar, dy bakal meloloskan diri…
mustahil?
ga juga.
when there’s a will, there’s a way.
inget film finding nemo?
dy berhasil ko meloloskan diri dr si pemancing..
bukan hal yg ga mungkin kan kalo si ikan akirnya bs meloloskan diri dan kembali ke alam bebasnya??
tapi sodara2..
satu hal yang harus kita pegang dan kita percayai,
adalah semua hal ada risikonya.
ibarat lo udah tertarik dengan mata kail itu, dan jika berikutnya lo terjebak, yah itu sih risiko lo. siapa suruh lo makan mata kail itu??
gw, jika gw adalah seorang pemancing dan gw berhasil mendapatkan seekor ikan, dan jika kemudian gw ga mw lg melihara ikan itu, gw pasti memilih untuk melepaskannya drpd membiarkan tuh ikan tetap berada di sisi gw, tanpa gw beri dy perhatian, tanpa gw beri dy makan.
jika si ikan tdnya udah pw ama gw, mungkin si ikan akan ga rela.
mungkin si ikan akan berpikir: “gila..udah gw dipancing pke mata kail yg tajam,,dikasih makanan yg enak2, dikasih perhatian..masa skrg gw dilepasin gitu aja??”
mungkin si ikan akan sebel..
semua ikan dalam hal ini akan merasa sakit hati..
tapi percaya deh itu cuma awalnya aja..
the next thing is
the fish will get caught by another fisher.
dan kemudian ikan itu akan dipelihara oleh pemancing lain..
dan jika pemancing yg baru ini jauh lebih baik memperlakukan ikan ini drpd gw–pemancing sebelumnya,,
maka bukan hal yg mustahil kalo si ikan bakal lupa sama gw…
n they live happily ever after..
the point is,
ikutin aja apa kata hati lo.
yg terpenting adalah percaya deh sama kata hati lo.
apalagi jika lo bergender wanita.
coz women’s feeling is never wrong..
lakukan apa yg menurut lo paling baik untuk dilakukan.
jadi..itu adalah risiko si ikan
kenapa jg dy mw dipancing?
dy jg harus siap dilepaskan,
sama ketika dy memutuskan untuk siap ditangkap.
u take ur own risk in every single step u take.
untuk ikan2 diluar sana yg sedang dipelihara, hanya sekedar dipelihara, itu risiko kalian..bersiaplah untuk kemungkinan buruk yg akan terjd.
dan untuk para pemancing, jgn mancing banyak2..
nanti kalian kehabisan mata kail,
hehehe
satu hal yang pasti,, masih banyak kok pemancing dan ikan2 lain diluarsana..
teori gw: the pain is temporary, kamu akan selalu dapet penggantinya.
tp walopun temporary, intensitasnya berbeda beda..beruntunglah kalian jika rasa sakit itu tidak terlalu dalam, coz the more pain u feel, the more time u need to heal the pain.
dan seperti luka pada umumnya, it will leave a scar,
mostly it will.
beruntunglah jika jaringan parut itu bs sembuh, tp kalo ga,
mungkin lo ga akan bisa lupa.